image1 image2 image3

HELLO I'M LISA |WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|I DO LOVE MUSIC AND ARTS

RUMAH KECIL



Rumah adalah tempat untuk kembali pulang, bereteduh di kala hujan maupun panas, serta mencari ketenangan dari hiruk pikuk di luar sana

Rumahku kecil, namun memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya
Namun tidak semua orang berhak masuk ke rumah kecilku, bahkan hanya sekedar duduk di ruang tamu
Sebab, ada beberapa permintaan yg harus dipenuhi bagi siapa saja yang mau masuk ke rumah kecilku

Rumahku sederhana, tapi cukup membuat orang betah untuk berlama-lama di dalamnya
Suasana yang asri nan penuh kedamaian
Sebab,sejak aku kecil orang-tuaku telah mengajariku bagaimana aku harus merawat rumahku

Aku ingin tinggal bersama seseorang di dalam rumah kecilku
Seseorang yang bersamanya menjadikan hidupku lebih bermakna
Seseorang yang mau merawat rumah kecilku dengan baik dan tidak akan merusaknya
Sebab, orang-tuaku telah membangun rumah itu dengan penuh cinta kasih

Aku harap kamu lah orang itu
Orang dengan karakter yang unik nan menarik
Cerdas, sederhana, humoris, sabar, dan yang pasti kamu orang yang bisa membuat aku tertawa lepas

Suatu hari kamu datang ke rumah kecilku, mengetuk pintu, meminta izin untuk masuk
Kupikir aku sedang bermimpi, ternyata kamu memang sedang berdiri di depan pintu
Menungguku untuk membukakan pintu tersebut
Dengan senang hati kuizinkan kamu tinggal di rumah kecilku, sebab kamu telah memenuhi permintaan-permintaanku

Rumah kecilku tidak sepi lagi
Ada kamu yang selalu membuat suasana menjadi ramai
Meskipun sesekali kamu membuat rumah kecilku jadi berantakan, namun ada saja caramu untuk mengembalikannya seperti semula

Kurang lebih dua tahun sudah kamu tinggal di rumah kecilku
Tawa dan debat sudah biasa kita lewati bersama
Hingga suatu saat, kamu harus pergi meninggalkan aku di rumah ini sendiri
Memenuhi tugas penting yang harus kamu selesaikan
Lalu, bagaimana jika kamu menemukan rumah baru ? aku tak mau tinggal sendiri
Ahh .. bodohnya aku berpikiran seperti itu,
Aku yakin kamu pasti kembali ke rumah kecilku selepas tugasmu selesai

Sudah lama kamu tak kunjung kembali
Hanya saling berkabar via online, itu pun jarang
Kamu sibuk (katamu)
Mungkin hanya sesekali mampir ke rumah kecilku jika ada kesempatan
Itu pun hanya duduk di teras, kamu enggan masuk ke dalam rumah kecilku
Aku mulai gelisah melihat sikapmu yang seperti itu

Akhir-akhir ini kuperhatikan kamu jarang mengunjungi rumah kecilku
Apakah kamu menemukan rumah lain yang lebih nyaman untuk kamu jadikan tempat tinggal ?
Entahlah , aku juga tidak tau soal itu
Namun firasatku mengiyakan tentang hal itu, sebab aku telah lama mengenalmu, kamu sudah lama tinggal di rumahku
Padahal, pintu rumahku masih terbuka lebar untuk menunggu kedatanganmu

Tapi ternyata . . .

Benar dugaanku,
Aku mendengar bertita bahwa kamu telah menemukan rumah lain
Rumah yang kamu temukan semasa kamu bertugas
Jadi, sia-sia lah selama ini yang kulakukan
Menantimu di rumah ini, sendiri
Melawan rindu yang menyakitkan,

Kamu tau ? kamu telah menghancurkan rumah kecilku, rumah yang sudah dua tahun kita rawat bersama
Sudah lama aku menunggumu untuk kembali ke rumah kecilku, tapi nyatanya kamu pergi tak kembali (lagi)
Aku harus membangun kembali rumah ini sendiri

Jangan masuk rumahku (lagi), jika kamu membawa orang lain ke dalam rumahku
Kamu tau sendiri, rumahku ini kecil, hanya cukup untuk kita tinggal
Jangan masuk rumahku (lagi), jika kamu masih betah tinggal di rumah lain
Sebab rumahku bukan tempat penginapan, yang dihuni orang asing beberapa hari saja hanya untuk menumpang melepas lelah
Jangan masuk rumahku (lagi), jika kamu hanya singgah sebentar lalu pergi lagi
Cukup bertamu, duduk di teras saja,
Sebab rumah kecilku ini dibangun untuk ditinggali, bukan tempat mampir minum.

Kamu .. !
Silahkan teguhkan niat, apakah kau akan tinggal bersamaku lagi di rumah kecil ini, atau memilih untuk tinggal bersama orang lain
Sejauh ini, aku (masih) membuka lebar pintu rumah kecilku untukmu

Yogyakarta, 14 Oktober 2016

Tamam Lampion, 21 Februari 2015

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar