RUMAH KECIL
Rumah adalah tempat
untuk kembali pulang, bereteduh di kala hujan maupun panas, serta mencari
ketenangan dari hiruk pikuk di luar sana
Rumahku kecil, namun
memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya
Namun tidak semua
orang berhak masuk ke rumah kecilku, bahkan hanya sekedar duduk di ruang tamu
Sebab, ada beberapa permintaan
yg harus dipenuhi bagi siapa saja yang mau masuk ke rumah kecilku
Rumahku sederhana, tapi
cukup membuat orang betah untuk berlama-lama di dalamnya
Suasana yang asri
nan penuh kedamaian
Sebab,sejak aku
kecil orang-tuaku telah mengajariku bagaimana aku harus merawat rumahku
Aku ingin tinggal bersama
seseorang di dalam rumah kecilku
Seseorang yang
bersamanya menjadikan hidupku lebih bermakna
Seseorang yang mau
merawat rumah kecilku dengan baik dan tidak akan merusaknya
Sebab, orang-tuaku
telah membangun rumah itu dengan penuh cinta kasih
Aku harap kamu lah
orang itu
Orang dengan
karakter yang unik nan menarik
Cerdas, sederhana,
humoris, sabar, dan yang pasti kamu orang yang bisa membuat aku tertawa lepas
Suatu hari kamu
datang ke rumah kecilku, mengetuk pintu, meminta izin untuk masuk
Kupikir aku sedang
bermimpi, ternyata kamu memang sedang berdiri di depan pintu
Menungguku untuk
membukakan pintu tersebut
Dengan senang hati
kuizinkan kamu tinggal di rumah kecilku, sebab kamu telah memenuhi
permintaan-permintaanku
Rumah kecilku tidak sepi
lagi
Ada kamu yang selalu
membuat suasana menjadi ramai
Meskipun sesekali
kamu membuat rumah kecilku jadi berantakan, namun ada saja caramu untuk
mengembalikannya seperti semula
Kurang lebih dua
tahun sudah kamu tinggal di rumah kecilku
Tawa dan debat sudah
biasa kita lewati bersama
Hingga suatu saat,
kamu harus pergi meninggalkan aku di rumah ini sendiri
Memenuhi tugas
penting yang harus kamu selesaikan
Lalu, bagaimana jika
kamu menemukan rumah baru ? aku tak mau tinggal sendiri
Ahh .. bodohnya aku
berpikiran seperti itu,
Aku yakin kamu pasti
kembali ke rumah kecilku selepas tugasmu selesai
Sudah lama kamu tak
kunjung kembali
Hanya saling
berkabar via online, itu pun jarang
Kamu sibuk (katamu)
Mungkin hanya
sesekali mampir ke rumah kecilku jika ada kesempatan
Itu pun hanya duduk
di teras, kamu enggan masuk ke dalam rumah kecilku
Aku mulai gelisah
melihat sikapmu yang seperti itu
Akhir-akhir ini
kuperhatikan kamu jarang mengunjungi rumah kecilku
Apakah kamu
menemukan rumah lain yang lebih nyaman untuk kamu jadikan tempat tinggal ?
Entahlah , aku juga
tidak tau soal itu
Namun firasatku
mengiyakan tentang hal itu, sebab aku telah lama mengenalmu, kamu sudah lama
tinggal di rumahku
Padahal, pintu
rumahku masih terbuka lebar untuk menunggu kedatanganmu
Tapi ternyata . . .
Benar dugaanku,
Aku mendengar
bertita bahwa kamu telah menemukan rumah lain
Rumah yang kamu temukan
semasa kamu bertugas
Jadi, sia-sia lah
selama ini yang kulakukan
Menantimu di rumah
ini, sendiri
Melawan rindu yang menyakitkan,
Kamu tau ? kamu
telah menghancurkan rumah kecilku, rumah yang sudah dua tahun kita rawat
bersama
Sudah lama aku menunggumu
untuk kembali ke rumah kecilku, tapi nyatanya kamu pergi tak kembali (lagi)
Aku harus membangun kembali
rumah ini sendiri
Jangan masuk rumahku
(lagi), jika kamu membawa orang lain ke dalam rumahku
Kamu tau sendiri,
rumahku ini kecil, hanya cukup untuk kita tinggal
Jangan masuk rumahku
(lagi), jika kamu masih betah tinggal di rumah lain
Sebab rumahku bukan
tempat penginapan, yang dihuni orang asing beberapa hari saja hanya untuk
menumpang melepas lelah
Jangan masuk rumahku
(lagi), jika kamu hanya singgah sebentar lalu pergi lagi
Cukup bertamu, duduk
di teras saja,
Sebab rumah kecilku ini
dibangun untuk ditinggali, bukan tempat mampir minum.
Kamu .. !
Silahkan teguhkan
niat, apakah kau akan tinggal bersamaku lagi di rumah kecil ini, atau memilih
untuk tinggal bersama orang lain
Sejauh ini, aku (masih)
membuka lebar pintu rumah kecilku untukmu
Yogyakarta,
14 Oktober 2016
| Tamam Lampion, 21 Februari 2015 |






